Perlunya Memosisikan Kajian Sosial-Ekonomi dalam Perspektif Sosiologi

3/11/2018

Seringkali saya membaca karya tulis mahasiswa sosiologi tentang aspek sosial ekonomi, namun “cita rasa” keilmuan dalam perspektif sosiologi belumlah terasa. Melainkan masih sangat umum dan lentur. Perihal tersebut dapat dilihat pada sisi perumusan masalah, kajian kepustakaan, kerangka pikir, dan pembahasan yang tidak menunjukkan adanya perspektif sosiologi yang tegas. Fatalnya lagi adalah ketika mahasiswa sosiologi lebih menonjolkan perspektif ekonomi dengan “meminjam” pandangan beberapa pakar ekonomi seperti Boediono, Winardi, atau Sadono Sukirno. Salah satu dari ketiga nama tersebut seringkali menjadi bagian penting dalam karya tulis mahasiswa sosiologi.

Perspektif Sosiologi Ekonomi

Tradisi yang demikian itu sangatlah “menciderai” tata keilmuan para “penikmat” sosiologi. Karena itu, sudah sepatutnyalah memosisikan kajian sosial-ekonomi dalam versi sosiologi. Pasalnya, tanpa memberikan aksentuasi kajian sosiologi, maka pemaknaan sosial ekonomi tentulah akan melebar kemana-mana. Para sosiolog terdahulu telah berhasil menancapkan kajian atas fenomena ekonomi dalam perspektif sosiologi ekonomi. Perspektif sosiologi ekonomi mengkaji fenomena atau realitas ekonomi sebagai domain ontologis (area of knowledge) dengan memosisikan sosiologi sebagai cara pandang (epistemology). Karena itu, pencirinya terletak pada penggunaan konsep atau teori sosiologi.

Dalam beberapa referensi sosiologi saya temukan sederetan nama sosiolog yang memiliki perhatian atas kajian sosiologi ekonomi, dari klasik hingga kontemporer. Asal usul kajian sosiologi ekonomi terutama bersumber dari pandangan Max Weber (The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism, dan Economic and Society); Karl Marx (Das Capital); Emile Durkheim (The Division of Labor); dan pemikiran Georg Simmel (The Philosophy of Money). Selain pemikir klasik tersebut, juga ditemukan pemikir modern dari Joseph Schumpeter (lihat The Great Transformation) dan Talcott Parsons bersama Neil Smelser (lihat Economy and Society: A Study in the Integration of Economic and Social Theory). Terlepas dari mainstream tersebut, juga hadir pemikir sosiologi ekonomi masa kini yang mengkaji aktivitas ekonomi sebagai konstruksi sosial (lihat Mark Granovetter sosiologi ekonomi Amerika yang menulis tentang Economic Action and Social Structure); dan Pierre Bourdieu yang mengkaji kehidupan manusia sebagai hasil perjuangan dan perlawanan dari struktur ekonomi yang ada. Ia menggunakan konsep seperti habitus, ranah, kepentingan, dan modal (lihat, An Introduction to the Work of Pierre Bourdieu: The Practice Theory).

Snapshot pemikiran di atas adalah gambaran umum tentang orientasi kajian sosiologi ekonomi, dan tentu saja masih terdapat pemikiran para ahli yang tidak sempat disebutkan, namun masih berada pada arus pemikiran yang relevan. Dari kajian para ahli tersebut dengan tegas menunjukkan perspektif sosiologinya dalam mengkaji fenomena ekonomi. Karena itu, sekiranya percikan pemikiran dari berbagai tokoh sosiologi ekonomi sebagaimana disebutkan di atas dapat mewarnai kajian sosiologi ekonomi dewasa ini.

» Terima kasih telah membaca: Perlunya Memosisikan Kajian Sosial-Ekonomi dalam Perspektif Sosiologi
Sebarkan Melalui:

0 Response to "Perlunya Memosisikan Kajian Sosial-Ekonomi dalam Perspektif Sosiologi"

Post a Comment