Peran Institusi PT, Dosen, dan Mahasiswa dalam Mewujudkan SCL

4/23/2018


Tulisan ini merupakan seri ketiga yang menyoal pentingnya dilakukan perubahan pembelajaran yang berorientasi kepada mahasiswa yang dikenal dengan istilah SCL. Meski secara formal akademik saya tidak memiliki kualifikasi dalam dunia kependidikan, namun setelah mengikuti pelatihan Peningkatan Keterampilan dasar Teknik Instruksional (Pekerti), Applied Approach (AA), dan meraih predikat sebagai dosen bersertifikasi, maka keseriusan dalam menyikapi kualitas pembelajaran menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Karena itu, dalam rangka menghasilkan pembelajaran berbasis SCL yang efektif, maka sudah sepatutnya perihal ini menjadi perhatian bersama dari stakeholders pendidikan tinggi, meliputi institusi Perguruan Tinggi (PT) mulai dari level universitas hingga program studi, dosen, dan mahasiswa. Peran yang diharapkan dari ketiga aktor/lembaga tersebut diuraikan secara sederhana dalam postingan ini.

Peran Institusi Pendidikan Tinggi
1.   Menyusun kebijakan terkait sosialisasi dan implementasi SCL di institusinya.
2.   Menciptakan iklim akademik yang kondusif pro SCL berupa jaringan dalam dunia kerja, instansi terkait, dan lembaga masyarakat, serta mengadakan sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran.
3.   Menciptakan mekanisme yang mendukung dosen dan segenap civitas akademik berupa pendidikan dan pelatihan (Diklat) terkait kemampuan mengakses IT.
4.   Menata mindset para dosen dan pengelola pendidikan tentang pentingnya mengubah paradigma pembelajaran yang berorientasi pada mahasiswa secara konstruktif.
5.   Mengkaji kurikulum program pembelajaran dan evaluasi pembelajaran dengan mengacu pada SCL sebagaimana dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Peran Dosen
1.   Bertindak sebagai motivator, fasilitator, dan evaluator pembelajaran.
2.   Mengkaji capaian pembelajaran dari setiap mata kuliah yang diajarkan sebagai sasaran kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa di akhir pembelajaran.
3.   Merancang strategi pembelajaran dengan menyediakan berbagai metode pembelajaran untuk mencapai standar kompetensi yang dituntut setiap mata kuliah.
4.   Merancang rubrik penilaian hasil belajar mahasiswa berdasarkan kompetensi yang dituntut setiap mata kuliah.
5.   Memfasilitasi dan membimbing mahasiswa agar mampu mengases teknologi informasi berbasis web sebagai sarana kreativitas mahasiswa.

Peran Mahasiswa
1.   Mengkaji kompetensi setiap mata kuliah yang diprogramkan sebagaimana dipaparkan oleh dosen.
2.   Mengkaji metode pembelajaran pada setiap mata kuliah yang ditawarkan oleh dosen.
3.   Membuat matriks target pembelajaran yang harus dicapai pada setiap mata kuliah yang diprogramkan.
4.   Belajar secara aktif, baik mandiri maupun kelompok untuk meningkatkan kreativitas membaca, berdiskusi, dan menulis, serta yang tidak kalah pentingnya adalah kemampuan dalam melakukan analisis, sintesis, dan evaluasi.
5.   Aktif mencari sumber pembelajaran, bukan hanya di dalam kampus tetapi juga berbagai proses pembelajaran di luar kampus, seperti mengikuti seminar, lokakarya, bedah buku, dan berbagai kegiatan ilmiah lainnya.

Uraian di atas adalah peran yang bersifat umum. Secara khusus terkait peran dosen dan mahasiswa dalam SCL tergantung atau akan ditentukan pada kompetensi mata kuliah dan metode pembelajaran yang digunakan.

» Terima kasih telah membaca: Peran Institusi PT, Dosen, dan Mahasiswa dalam Mewujudkan SCL
Sebarkan Melalui:

2 Responses to "Peran Institusi PT, Dosen, dan Mahasiswa dalam Mewujudkan SCL"